Published On: Rab, Okt 8th, 2014

PT.MJAB Dan PT.Mofatama Akan Beraktifitas Lagi, “2 Tahun Kedepan Jalan Negara Putus”

Print Friendly, PDF & Email

BatulicinNews.com – Satui

IUP OP PT.Mitra Jaya Abadi Bersujut (MJAB) dan PT. Mofatama Bangun Nusa (MBN) pemilik ijin usaha pertambangan yang berlokasi di tepi jalan propinsi km.168 RT.09 desa Sinar Bulan,kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, akan beroperasi kembali.

20141008-124807 PM.jpg
Dari pantauan dilapangan BatulicinNews.com, Senen (6/10) diarea IUP OP PT.MJAB dan PT.MBN ada sekitar 5 unit pompa air, yang berfungsi membuang air dari kolam ke luar langsung ke sungai Satui, ” itu pompa air di PT.MJAB pa, dan dalam minggu minggu ini pompa PT.MBN dan tronton akan datang, yang dari Tanah Laut disiapkan untuk disini”,ujar wakar PT.MBN dan yang tidak mau disebutkan namanya.

20141008-124917 PM.jpg
Dua IUP OP yang berdampingan dan berhimpit area lokasi ditengah perkampungan desa Sinar Bulan ini,meninggalkan lobang tambang eks.batubara dipermukaan bumi seluas hampir kurang lebih 65hektar dengan kedalaman mencapai 75-85m dan berjarak ke jalan raya propinsi sejauh 60m saja dari lobang bibir tambang dan 40m dari tepi sungai Satui, dengan kondisi sudah menjadi kolam digenangi sebanyak kurang lebih 2,6juta liter air lebih.

Proses pembuangan atau pemompaan air kolam dengan alat pompa saat ini dibuang langsung ke Sungai Satui walaupun melalui stelingpon pengelolaan limbah yang belum sempurna dan kurang layak, sehingga terjadi pencemaran lingkungan, khususnya sungai Satui menjadi sangat keruh dan mengganngu ekosistem air.

20141008-124532 PM.jpg
Berdasarkan hasil rapat dan musyawarah bersama ke 3 di Kantor DPRD Tanah Bumbu, kamis (27/6/2013), Komisi 3 dan Komisi 1 , Distamben, BLHD, Kapolres Tanah Bumbu, Muspika Satui ,PT.MJAB, PT.BAA/BARAC, PT.Mofatama dan masyarakat gg.Slebes, maka PT.BAA/BARAC (H. Sari’i ) sebagai petanggung jawab dampak lingkungan tersebut, serta Distamben dan BLHD merekomendasikan diwilayah tersebut (PT.ABC, PT.MJAB dan PT.MBN) tersebut untuk ditutup dan segera direklamasi, tidak dilakukan penambangan batubara lagi.

20141008-124708 PM.jpg
Dengan rencana melanjutkan kegiatan penambangan tersebut, akan membahayakan penduduk sekitar tambang dan runtuhnya jalan Negara di ruas Km.168-170. Pembuangan air dari dalam kolam yang berfungsi sementara sebagai penyangga dan kekuatan tanah disekitarnya secara langsung akan berpengaruh pada ketahanan struktur tanah, yang notebane lokasi tersebut (kolam) harus segera ditutup dan reklamasi bukan ditambang lagi menjadi lebih dalam.

“Berarti kontrak sewa tanah masyarakat akan diperpanjang lagi dan perusahaan harus mengganti rugi tanah kami yang sudah kena dampak lingkungan dari luberan OB an yang sebelumnya sudah dijanjikan akan diganti rugi”,ujar Nuryadi, kuasa lahan warga yang terkena dampak oleh kegiatan PT.BAA dan PT.Mofatama sebelumnya

Dua tahun kedepan apabila kegiatan ini dibiarkan dan tidak mendapat perhatian khusus dari pihak-pihak terkait, tak hanyal dari semua IUP-OP yang berada dipinggir jalan propinsi yaitu PT.Mofatama, PT.MJAB, PT.ABC dan PT.Autum, jalan lintas propinsi milik negara antara desa Satui Barat sampai desa Sinar Bulan sepanjang 3 km akan longsor dan putus , dimana saat ini sudah terjadi patahan dan putusnya jalan propinsi di ruas Km.169 Satui Barat sehingga ruas jalan negara harus dialihkan jalan alternatif atas kegiatan pertambangan tahun 2013 PT.Bumi Dharma Kencana (BDK) dan PT. Anugerah Borneo Coal (ABC).

20141008-125329 PM.jpg
“Pemerintah baik Pusat,Propinsi dan Kabupaten harus tegas,jangan hanya berdiam diri, itu pembiaran namanya, terlepas adanya kesepakatan dan pertanggungjawaban pelaku dan pelaksana kegiatan pertambangan tersebut,apabila ini dibiarkan berlarut-larut, bukan hanya mengancam keselamatan dan merugikan masyarakat, negara pun mengalami kerugian”, tanggapan Syaprudin Laupe. SKom.SH Sekjen KPMP Marcab Tanah Bumbu kepada BatulicinNews.com.

Hingga saat ini pengalihan dan penutupan jalan propinsi selama kurang lebih dua bulan, beberapa perusahaan yang terlibat dalam kegiatan pertambangan batubara ditepi jalan raya ini terkait semua permasalahan yang telah terjadi hanya “berdiam diri dan mebisu” dan dilokasi belum ada perbaikan.RED

About the Author

- Kontributor Media Online BatulicinNews.com : SATUI