Published On: Sab, Sep 1st, 2012

Setahun Pasca Penetapan Amdal Bodong Tanbu, PT.BIB dan Pelsus PT. KGS, Masih Tetap “Beroperasi”

Share This
Tags
Print Friendly

Satui, www.BatulicinNews.com
Pasca setahun pencabutan dan penetapan 13 Amdal “Bodong” oleh Bupati Tanah Bumbu Mardani H.Maming dan Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 2011, beberapa perusahaan dan pelabuhan khusus batubaranya masih saja beroperasi hingga sekarang, diantaranya PT.Borneo Indo Bara ( BIB) dan PT.Kamikawa Gawi Sebumi (KGS).

Ketika ditemui salah seorang managemant personalia PT.Borneo Indo Bara ( BIB ) dilapangan yang tidak mau disebutkan identitasnya, terkait cacatnya perizinan perusahaannya yang bermasalah pada BatulicinNews.com memang membenarkan,” Memang Amdal perusahaan kami bermasalah, tapi kami sudah mengurus perizinan sementaranya, dan mengikuti semua aturan “Main”, kemungkinan tahun ini selesai dan akan diumumkan,masalah bisa beroperasi ,jalan dan tidak itunya ada bagian tersendiri yang mengurusnya ke Dinas , Bupati, Kepolisian dan pihak-pihak terkait”.

Lain lagi dengan PT.Kamikawa Gawi Sebumi ( KGS ), hingga saat ini stockfile dan pelabuhan khusus batubaranya masih beroperasi melakukan pengapalan dan penumpukan batubara,namun asal barangnya tidak jelas alias ilegal. Dari pantuan dilapangan Pelabuhan PT.KGS banyak menerima dan menampung batubara yang berasal dari tambang liar atau Peti, baik dari Alamunda dan Perintis.

Hal tersebut diperkuat pengakuan salah seorang pialang batu yang tidak mau disebutkan namanya,mereka menumpuk batubara kurang lebih 4.000 mT di PT.KGS yang berasal dari Peti di Perintis,” Loding terakhir pada awal Juni sebelum banjir Sungai Satui kemaren,dan hingga saat ini batunya entah apa belum laku, karena sudah malas mengurusinya dan asal batubaranya dari Perintis tambang miliknya H.H warga Desa Sungai Danau”,ungkapnya pada BatulicinNews.com.

Dengan dicabutnya Amdal Konsesi Pertambangan ( KP ) PT.KGS yang dianggap bodong , dengan demikian ijin Konsesi Pertambangan ( KP ) sebagai pendukung dan rekomendasi pelsus PT.KGS gugur dan batal demi hukum, yang berimbas pada perizinan pelsus PT.KGS tersebut, dimana persyaratannya tidak terpenuhi.

H.Yamin direktur PT. KGS hingga saat ini sudah dihubungi baik by phone dan short message service ( SMS ) untuk dimintai keterangan terkait permasalahan ini tidak menjawab dan tidak memberi respon atau dengan kata lain sengaja menghindar.

Siapakah pihak pihak yang bertanggung jawab dalam pengawasan dan penegakan supremasi hukum ini?, apakah hanya dengan “Aturan Main ” bawah tangan saja, semua bisa tutup mata, ” Alat Negara ” mana sebenarnya yang “berani” dan yang harus “berbuat serta mengambil sikap”. GW

www.BatulicinNews.com

Delivered:
CV. Light Nusantara
| Multimedia & Telekomunikasi |
Alamat Redaksi:
Perum.Bumi Datar Laga Blok E/6 Sarigadung, Kec.Simpang Empat,Kab.Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Email: redaksi@batulicinnews.com

About the Author

-

  • man21

    Kada takajut bung,,,semua sdh dikondisikan dengan baik, baik pihak pihak terkait,dari dinas sampai aktifis lingkungan nya,,,,lagian siapa berani ganggu punya “Jendral”,,,hahaha

  • anto

    KGS mana om?,,,kan ada 2. KGS lama dan KGS baru,,,
    O iya…kan sama KGS nya…he

  • anang klempon

    kadada nang wani pang,,,BIB tu tabungan para “Pejuang dan Pemimpin” bangsa wal,,,,jadi kada pp,,,nyamannya umpat jua kita manambang disana.

  • lukman

    seharusnya pemda memotong areal bib dan memberlakukan ipr biar daerah kita semakin kaya.oyeee

h tajerian noor iklan wayan sudarma harjad iklan harjad dinas PU iklan rudy harjad iklan dinas kesehatan iklan pdam hari jadi tanah bumbu iklan dinas pariwisata tanah bumbu

iklan dishubkominfo tanah bumbu

iklan bkad tanah bumbu iklan gapensi tanah bumbu