Instagram Блеск here Instagram Блеск here Published On: Jum, Okt 20th, 2017
HEADLINE / PESISIR KALSEL / TANAH LAUT | By Facebook Блеск there Facebook Блеск there admin

Solar Langka Ratusan Nelayan Batakan Di Tanah Laut Tak Melaut

Print Friendly, PDF & Email

Facebook Автостудия Глянец Facebook Автостудия Глянец https://www.facebook.com/detailing.com.ua Facebook Детейлинг https://www.facebook.com/detailing.com.ua Facebook Детейлинг KALSELKINI.com : Ratusan nelayan di Desa Batakan Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan tak melaut sejak tiga bulan terakhir, pasalnya bahan bakar jenis solar di wilayah tersebut langka, kalaupun ada harganya melambung tinggi. Saat ini para nelayan di Batakan hanya mengandalkan pembelian bahan bakar di tempat eceran.

Instagram Автостудия Глянец see Instagram Автостудия Глянец see Husni nelayan Batakan mengatakan, secara keseluruhan jumlah nelayan di Desa Batakan hampir 400 orang, setiap nelayan membeli bahan bakar perliter seharga Rp 6.700.

“Biasanya nelayan waktu ada yang mengelola bahan bakar, masih murah belinya dalam perliter cukup Rp 6.000 an saja. Kesulitan bahan bakar seperti ini, sudah berlangsung sejak tiga bulan terakhir, kami membeli di pengecer yang jual bahan bakar saja.” Kata Husni, Jumat (20/10/2017) .

Husni meminta kepada pihak terkait untuk memperhatikan para nelayan di Desa Batakan, dan meminta harga bahan bakar buat nelayan di normalkan kembali pada harga sebelumnya. Pihak nelayan juga berharap diadakan kembali POM buat nelayan , dengan adanya pengelola POM Bahan Bakar buat Nelayan akan mempermudah para nelayan mencari bahan bakar dan harganya pun relatif murah.

Hal sama dikatakan Supiani, rata rata satu orang nelayan dalam satu hari bisa mengambiskan bahan bakar sebanyak 30/Liter .

“Saya sendiri dua minggua sekali digunakan untuk melaut, hingga terhitung bahan bakar yang digunakan oleh saya sekitar 450 liter, artinya bisa menghabiskan uang buat beli bahan bakar sekitar dua minggu mencapai Rp 281.4000,” ucap Supiani.

Supiani mengaku pengeluran yang cukup besar untuk membeli bahan bakar dibadingkan dengan pendapatan hasil tangkapanya.

“Paling masih bisa untung mendapatkan lebih dari penjualan hasil tangkapan Rp 50 ribu saja,” katanya.

Penulis: Aseb/Pelpost.com

About the Author

-